- November 30, 2014
- 0 Comments
=========================================================================
“Jadi bagaimana kabar hidupmu
sekarang, mas?” tanyaku padanya malam itu.
“Yah, seperti yang kau lihat detik
ini. aku masih sehat wal afiat dan masih tetap tampan.”
“Ah, kau ini!” jawabku dan meninju
pelan lengannya yang terlihat lebih berisi dan padat. Pasti dia rajin membentuk
otot-otot itu sekarang.
Aku bertemu kembali denganmu,
disebuah persimpangan jalan. Kau yang tak sengaja menemukanku berjalan seorang
diri hendak masuk di kedai kopi langgananku pun ikut beralih mengekoriku masuk
kedalam kedai itu.
“Wah, aku kangen momen kita waktu
ngopi disini.”
“Hah? Kita?”
“Ya, kita…” kau berhenti sesaat
sembari memandangku.
- November 08, 2014
- 2 Comments
=========================================================================
Orang-orang biasa memanggilku,
“Hey, Kid?!” atau terkadang “Hallo, Dear” dan semacamnya. Well, aku tidak
keberatan sama sekali. Orang dewasa memang ramah, mereka menyapaku meskipun
aku—sering sekali tidak membalas sapaan mereka. Bahkan mereka dengan senang
hati menjawil pipi tembemku atau serta merta memelukku bahkan menciumku tanpa
permisi. Bentuk protesku biasanya hanya berusaha menghindar saja—meskipun kerap
gagal, tak lebih dari itu.
Dan kali ini, aku bertemu dengan
salah satu dari sekumpulan orang dewasa yang banyak dari mereka menjadi
favoritku. Dia guruku, guru salah satu mata pelajaran favoritku. Aku dan
teman-teman menyapanya pagi itu. Kemudian seperti biasa ia membalas sapaan kami
dengan senyum ramahnya.
“Good morning too, Kiddies.”
Begitu katanya. Seperti kemarin—dua hari yang lalu, dan seterusnya.
Dia menghampiriku dengan tangan
terlipat di dada. “Where is your book? Wanna say that you forgot to bring for
couple of times, Richard?”
Aku berusaha mengempiskan badanku,
merunduk dan memasang wajah memelas.
Namun gagal.
“Try to find it”
“Fine, teacher” ujarku sembari
beranjak naik. Dengan susah payah. Entahlah, pagi ini aku lemas sekali, padahal
mom sudah memberiku sarapan sandwich cracker isi tuna kesukaanku.
- October 30, 2014
- 0 Comments
Genre: Fantasy, Fiksi Ilmiah
Sutradara: Philip Noyce
Produser : Jeff Bridges, Nicky Silver
Penulis Naskah : Michael Mitnick, Vadim Perelman
studio:
pemain: Jeff Bridges, Meryl Streep, Brenton Thwaites, Katie Holmes, Taylor Swift,Alexander Skarsgard, Odeya Rush
The Giver adalah film produksi Amerika yang keluar tahun ini, 2014. Awalnya saya tak terlalu tertarik untuk menonton film ini kalau saja saya tidak melihat nama Taylor Swift disana. Yap, Taylor Swift, penyanyi idola saya, rilis film keduanya... jadi yah, wajar kalau antusias.
![]() |
| Rosemany (Taylor Swift) dan Ayahnya, The Giver. |
Film ini bertemakan futuristik - fantasi. Manusia hidup disebuah negeri berbentuk bulat dan sama sekali tidak berwarna. Hal itu dikarenakan manusia mengalami depresi berat sehingga mereka akhirnya hidup di atas langit, seperti sebuah daratan yang menggantung diatas awan, di negeri baru itu, semua hidup manusia sangat teratur dan cenderung perfeksionis. Memang lebih baik, tetapi keperkfeksionisan itu membuat hidup manusia menjadi tidak berwarna. Bahkan para dewas pengurus dunia baru itu menghapuskan 'perasaan' dalam hati manusia, membuat semua orang menjadi hilang kepekaannya.
- October 27, 2014
- 0 Comments
========================================================================
-
From: Beib
Kamu ganteng banget hari ini. topi yang kamu pakai itu
hadiah yang aku kasih kan? Cocok banget deh
di kamu :)
-
Luhan segera
melihat sekelilingnya yang penuh dengan penggemar EXO, tak sedikit dari mereka memanggil-manggil
namanya. Namun, ia hanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan dengan
matanya yang sibuk mencari-cari satu sosok yang ingin ia lihat. Nihil.
- October 26, 2014
- 0 Comments





