- October 26, 2014
- 0 Comments
well, saat nya cerita ttg Kota sendirri, Rembang. :D
A. Sarang
Asal mula
nama kecamatan Sarang, berawal karena daerah tersebut menjadi tempat sementara yang
didiami oleh pejuang-pejuang Indonesia saat melawan Belanda untuk menyusun
beberapa strategi perang, karena mereka menyebut daerah tersebut ‘Sarang’ persembunyian
para pejuang Indonesia, maka hingga kini daerah tersebut diberi nama Sarang.
B. Bajing Jowo dan
Bajing Meduro
Semenjak
daerah Sarang diresmikan sebagai nama sebuah desa, banyak berekspansi ke daerah
tersebut. Komunitas terbesar yang mendiami daerah tersebut berasal
dari suku Jawa dan Madura. Atas kesepakatan warga setempat akhirnya diputuskan
suku Jawa mendiami desa Sarang bagian Selatan dan hidup sebagai masyarakat
Petani sedangkan Suku Madura mendiami desa Sarang bagian utara dan hidup
sebagai masyarakat nelayan. Sehingga dinamakanlah Bajing Jowo dan Bajing Meduro
, menurut narasumber ‘Bajing’ berarti daerah. Adapula kisah lain yang
menceritakan betapa akurnya dua kelompok masyarakat beda pulau ini, salah
satunya kisah
C. Karang Anyar
Didaerah Bajing
Jowo, ada sebuah Dusun bernama “Karang Anyar”, menurut sumber “karang” artinya
“Tempat” dan “Anyar” dalam bahasa Jawa berarti “Baru” kini dusun
Karang Anyar tak lagi masuk dalam arsip pemerintahan karena tak lagi memiliki
seorang dukuh (kepala dusun) hanya dipimpin oleh ketua Rt dan Rw, bahkan tak
banyak masyarakat yang tahu bahwa daerah tersebut adalah sebuah dusun. Dahulu
Karang Anyar adalah daerah yang tak dihuni oleh manusia, hingga akhirnya
setelah tak sedikit orang mengetahui daerah ‘Sarang’, orang-orang akhirnya
menetap di lahan kosong ini yang hingga kini mereka sebut ‘Karang Anyar’.
D. Pulo Rejo
Cerita
mengenai Pulo Rejo ini sama dengan ‘Karang Anyar’ diatas, sebenarnya ‘Pulo
Rejo’ lebih dahulu ada dari ‘Karang Anyar’, namun kemajuan daerahnya lebih
cepat ‘Karang Anyar’. Namun setelah melewati beberapa waktu banyak orang yang
hijrah ke daerah ‘pulo’ ini dan karena daerah yang tak lagi sepi ini masyarakat
menjuluki ‘Pulo’ menjadi ‘Pulo Rejo’, kata Rejo dalam bahasa Jawa
berarti Rame.
E. Patol (Kesenian)
Patol
merupakan salah satu kesenian asli kecamatan Sarang, memang kesenian ini
dicatat sejarah masuk dalam kesenian Sarang-Rembang. Kesenian ini mulai ada
pada jaman Belanda, kesenian ini merupakan salah satu bukti sejarah bagaimana
Belanda mencoba memecah belah persaudaraan bangsa Indonesia. Seni patol ini
dimainkan di pesisir pantai karena pasir sangat dibutuhkan dalam permainan ini.
Pada jaman Belanda dulu masyarakat Sarang bertaruh kekuatan untuk mendapatkan
Gadis impian mereka, siapapun yang lebih kuat maka dialah yang mendapatkan si
gadis, sistem permainan ini hampir sama dengan ‘Sumo’ Jepang. Setelah Indonesia
merdeka kesenian ‘Patol’ diresmikan sebagai salah satu kesenian Indonesia dan
hanya digunakan sebagai salah satu seni permainan bela diri tak lagi sebagai
salah satu permainan Judi dalam hal mendapatkan seorang gadis.
Narasumber :
Maimun, 22-03-2012/ pkl. 12.00-13.00 WIB.
- May 24, 2012
- 1 Comments
Pasti anda sudah
mengetahui berita adanya hujan darah di India, tapi pernahkah anda berpikir
bahwa di dunia ini akan ada hujan Darah? Pasti hampir tak ada yang pernah
membayangkan, kan?. Konon sebelum terjadinya hujan darah sempat terdengar
letusan besar-besaran disertai adanya letusan yang Nampak seperti fenomena
jatuhnya meteor ke bumi dan kejadian tersebut berlangsung selama kira-kira
selama dua bulan.
Fenomena hujan darah
tersebut awal mulanya tidak langsung
berwarna merah darah, awalnya berwarna kuning kemudian orange lalu orange
kemerah-merahan dan akhirnya benar-benar berwarna darah.
Setelah diadakan
penelitian dari beberapa sampel yang diambil, beberapa ahli menyimpulkan bahwa
cairan berwarna merah tersebut memang mengandung darah. Dan yang menegangkan sel-sel DNA dalam darah tersebut hidup bahkan membelah diri,
sel-sel hemoglobin tersebut diidentifikasi sebagai sel darah manusia.
Namun sayangnya
kejadian aneh tersebut benar-benar terjadi di India. Beberapa ahli menjelaskan
beberapa hipotesa-hipotesa mengenai kejadian tersebut.
Hipotesa pertama:
Meledaknya kapal yang
dinaiki oleh makhluk luar angkasa atau lebih akrab dengan panggilan alien,
hancurnya pesawat tersebut menelan banyak korban alien, sehingga darah alien berceceran di
tanah India. Namun yang menjadi
pertanyaan sampai sekarang adalah apakah alien benar-benar ada? Kalau
memang ada masa sih darah mereka sama dengan darah manusia?. Sampai sekarang
pun belum ada yang mampu menjawab pertanyaan ini.
Hipotesa kedua:
Beberapa ahli
menyimpulkan bahwa hujan darah disebabkan jatuhnya meteor ke bumi, dan jatuhnya
meteor tersebut tepat mengenai komunitas besar kelelawar, darah kelelawar
tersebut bercampur dengan air hujan, sehingga muncullah fenomena hujan darah.
Mengenai hipotesa ini dapatkah kalian menerima bahwa sel-sel darah yang berarti
berkaitan dengan DNA manusia sama dengan sel darah hewan?.
Hipotesa ketiga:
Hipotesa ke tiga ini sebenarnya sedikit
konyol, ahli menyebutkan bahwa warna merah disebabkan karena terkontaminasi
warna merah dalam ganggang laut yang tentunya berwarna merah. bagaimana bias
ganggang laut yang semula hidup dilaut dapat berpindah di udara? Kalau menurut pemikiran saya sendiri, mungkin
jatuhnya meteor tepat jatuh di laut yang banyak ganggang merahnya. tapi Pertanyaan
pertama yang muncul dan paling penting adalah sejak kapan ganggang laut
memiliki sel darah? Apalagi sama seperti manusia.
Berbagai pertanyaan
yang susah bahkan tak terjawab pasti berseliweran di kepala kita, namun yang
pasti itu adalah peringatan dari Allah.SWT untuk kita semua.
Tak semua kejadian di
dunia ini dapat di olah dalam otak manusia.
(Lia)
- July 19, 2011
- 0 Comments
